Senin, 16 April 2018

NORMALISASI




Menurut Abdul Kadir (2009:116),“Normalisasi adalah suatu proses yang digunakan untuk menentukan pengelompokan atribut-atribut dalam sebuah relasi sehingga diperoleh relasi yang berstruktur baik”.

Dalam hal ini yang dimaksud dengan relasi yang berstruktur baik adalah relasi yang memenuhi dua kondisi berikut:

1.  Mengandung redundansi (Data disimpan berkali-kali) sesedikit mungkin, dan

2. Memungkinkan baris-baris dalam relasi disisipkan, dimodifikasi, dan dihapus tanpa menimbulkan     kesalahan atau ketidak konsistenan.

Normalisasi sendiri dilakukan melalui sejumlah langkah.Setiap langkah berhubungan dengan bentuk normal (Normal Form) tertentu. Dalamhal ini yang disebut bentuk normal adalah suatu keadaan relasi yang dihasilkan oleh penerapan aturan-aturan sederhana yang berhubungan dengan dependensi fungsional terhadap relasi tersebut.(Hoffer, dkk, 2005) dalam buku Abdul Kadir (2009:116). Yang dimaksud dengan aturan-aturan tersebut dan juga istilah dependensi fungsional yang dibahas belakangan.

Tahapan bentuk normal dalam normalisasi dapat berupa:

Bentuk normal pertama (1NF/First normal form).
Bentuk normal kedua (2NF/Second normal form).
Bentuk normal ketiga (3NF/Third normal form).
Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF/Boyce-Code normal form).
Bentuk normal keempat (4NF/Fourth normal form).
Bentuk normal kelima (5NF Fifth normal form).


Salah satu membuat normalisasi adalah untuk memastikan bahwa model data relasional dapat berjalan dengan baik. Bentuk-bentuk normalisasi terdiri dari beberapa bagian diantaranya:
1. Bentuk Normal Pertama (First Normal Form).
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, bisa saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikelompokkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.
2. Bentuk Normal Pertama (First Normal Form).
 Bentuk normal kesatu terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut dengan domain nilai yang sama. Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa grup elemen yang berulang agar menjadi satu harga tunggal yang berinteraksi diantara setiap baris pada suatu tabel dan setiap atribut harus mempunyai nilai data yang atomic (bersifat atomic value). Syarat normal kesatu (I NF) antara lain:
Setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi sarecord nilai dari field berupa ”automic value”.
Tidak ada set atribut yang berulang atau bernilai ganda.
Telah ditentukan primary key untuk tabel/relasi tersebut.
Tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.

3 . Bentuk Normal Kedua (Second Normal Form)
Bentuk normal kedua terpenuhi jika pada sebuah tabel, semua atribut yang tidak termasuk dalam key primer  memiliki ketergantungan fungsional (KF) pada key primer secara utuh. Sebuah tabel dikatakan memenuhi 2NF, jika  ketergantungannya hanya bersifat parsial (hanya bergantung pada sebagian dari key primer).

4 . Bentuk Normal Ketiga (Third Normal Form)
Bentuk normal tahap ketiga (3NF) merupakan kriteria alternatif, jika kriteria BCNF yang ketat tidak dapat terpenuhi. Sebuah tabel dikatakan berada dalam Bentuk Normal tahap Ketiga (3NF), jika untuk setiap KF dengan notasi X → A, dimana  A mewakili semua atribut tunggal didalam tabel yang tidak ada didalam X. Maka X haruslah superkey pada tabel tersebut, atau A merupakan bagian dari key primer pada tabel tersebut.

5 . Bentuk Normal Keempat (Fourth Normal Form)
Penerapan aturan Normalisai pada tahap ketiga sesungguhnya sudah sangat memadai untuk menghasilkan tabel-tabel yang berkualitas baik. Namun demikian, dari sejumlah literatur dapat pula dijumpai adanya pembahasan tentang Bentuk Normal tahap Keempat (4NF) dan Bentuk Normal tahap Kelima (5NF).

Bentuk Normal tahap Keempat (4NF) berkaitan dengan sifat ketergantungan banyak nilai (Multivalued defendency) pada suatu tabel yang merupakan pengembangan dari ketergantungan fungsional. Sedangkan Bentuk Normal tahap Kelima (5NF) (merupakan nama lain dari project-join Normal Form atau PJNF) berkenaan dengan ketergantungan relasi antar tabel (Join Defendency).

Sumber : https://materipendidikankuliah.wordpress.com/2014/04/28/pengertian-data-model e-r-dan-normalisasi-menurut-para-ahli/
               http://www.bangpahmi.com/2015/03/pengertian-normalisasi-database-dan.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengertian dan Fungsi-Fungsi ICMP,POP3,SMTP,FTP,ARP, Kelebihan Dan Kekurangan Ipv4 dan Ipv6

Pengertian ICMP (Internet Control Message Protocol) ICMP adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol. ICMP merupakan bagi...